Aktor Kingsman, Taron Egerton, Sampaikan Ketertarikannya Jadi Wolverine

Aktor Film Film Terfavorit Taron Egerton

Aktor Taron Egerton, pemeran agen rahasia dalam film Kingsman, mengakui bahwa dirinya tertarik dengan peran Logan atau yang sering disebut dengan Wolverine dalam film yang mana diadaptasi dari komik Marvel. Pernyataan tersebut pasalnya disampaikan aktor ganteng itu saat merespons wacana soal dirinya yang akan memerankan Wolverine yang menggantikan posisi Hugh Jackman. 

Taron Egerton Tertarik Jadi Wolverine 

“Saya rasa wacana mengenai LOgan ini benar-benar menarik, naun saya agak bingung. Saya tidak pernah merasa sebagai pria yang cocok menjadi Wolverine,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia. 

Egerton juga mengetahui bahwa film yang mana menampilkan karakter Wolverine bakal tayang beberapa tahun lagi, terungkap dari pernyataan Kevin Feige, bos Marvel Studios. “Mungkin dalam bebebrapa tahun, saya tidak terlihat cukup urakan untuk itu (peran Wolverine). saya juga tidak pernah merahasiakan bahwa saya adalah penggemar film-film itu (Marvel) dan tentu saja saya ingin menjadi bagian dari mereka,” ungkapnya lagi. 

Namun belum diketahui dengan pasti apa aktor yang banyak dikenal lewat serial film Kingsman ini bakal benar-benar berperan sebagai Wolverine atau tidak. Karena pasalnya sampai dengan saat ini belum ada pernyataan resmi baik itu dari pihak Egerton atau dari Marvel Studios. 

Santernya kabar bahwa Egerton akan menggantikan Hugh Jackman sudah sangat ramai diperbincangkan semenjak komikus Mark Millar menuliskan kicauannya lewat akun Twitternya. Ia pasalnya mengklaim bahwa Egerton bakal menggantikan Jackman sebagai Wolverine. 

Kicauannya itu adalah respons Milar pada cuitan pengguna Twitter lainnya yang mengunggah potongan komik yang mempunyai dua dialog. Salah satunya adalah berkata, “Dengar, saya benar-benar minta maaf mematahkan hidung anda waktu itu, Jenderal Fury.” Lantas Jenderal Fury menjawab, “ Tenang saja, Cap. Hidung ini sudah lebih sering patah daripada hidung Robert Downey Junior.” 

Dalam keterangannya, pengguna tersebut berkata pada Milar bahwa ia menyadari komiks itu sudah dua kali memprediksi hal yang kemudian terbukti sangat benar. Sang komikus kemudian berkata, “Sejak 2002. Selalu ingat bahwa saya tidak pernah salah. Taro Egerton bakal jadi Wolverine berikutnya.” 

Hugh Jackman pasalnya yang sudah lekat dengan image Wolverine dalam serial X-Men sejak tahun 2000. namun secara resmi mengucapkan selamat tinggal pada penggemarnya lewat film Logan (2017). walaupun ia sempat muncul beberapa detik dalam film Deadpool 2 (2018). pria 50 tahun itu memerankan Wolverine sudah cukup lama, dari tahun 2000 silam. 

Sudah diprediksi Akan Gantikan Hugh Jackman sebagai Wolverine 

Kabar ini pasalnya sudah sangat santer terdengar sebagai pengganti Hugh Jackman sebagai Wolverine. Dan di awal pekan lalu, Milar mengagetkan penggemar Wolverine. Dua film yang telah mengibarkan namanya adalah waralaba Kingsman dan juga Rocketman di mana ia jadi sosok Elton John. 

Cuitan yang mendapatkan banyak likes dan retweet itu membuat para penggemar Egerton dan juga Wolverine bertanya-tanya apakah benar Egerton akan menjadi the next Wolverine. Dilansir dari CNN Indonesia, rupaya cuitan Milar itu bermula saat ia memiliki koneksi kuat dengan Marvel dengan melahirkan 2 buah novel grafis paling sukses yaitu Wolverine: Old Man Logan dan Civil War. 

Tapi sayangnya Egerton tidak seyakin Milar. “Sepanjang yang saya tahu, hal itu (menjadi Wolverine) tidak berdasar. Saya tiadk tahu jika saya cukup ‘mengerikan.’ maksudnya, jika orang-orang di Marvel berpikir demikian, maka bagus lah, mari kita lakukan,” tukasnya. 

Read More

Sinopsis Maleficent: Mistress of Evil

Film Maleficent Film Mistress of Evil Mistress Of Evil

Kelanjutan dari kisah Maleficent akan berlanjut melalui sebuah sekuel dengan tajuk “Mistress of Evil” yang telah dirilis pada tanggal 16 Oktober 2019 lalu. Jika anda penasaran dengan kisah apa yang sebenarnya dibawa oleh film sekuel Maleficent ini, nampaknya anda harus membaca artikel ini sampai habis. 

Sinopsis Film Maleficent: Mistress of Evil

Film yang dibintangi oleh Angelina Jolie sebagai Maleficent dan disutradarai oleh Joachim Ronning ini berfokus pada Maleficent dan juga putri angkatnya, Aurora yang diperankan oleh Elle Fanning. Mereka dalam film ini diceritakan mulai berseteru dan mempertanyakan apa sebenarnya arti dari keluarga ketika keduanya mempunyai pandangan yang berbeda. 

Latar waktu dari Maleficent: Mistress of Evil ini pasalnya beberapa tahun setelah yang pertama. Film ini dibuka dengan hubungan yang rumit antara Maleficent dan juga Aurora yang hanya tinggal menunggu waktu saja menjadi Queen of Moors. 

Pada film pertamanya, dikisahkan bahwa Maleficent akhirnya jadi ibu peri Aurora. Sekarang di Maleficent 2 memperlihatan kegusaran sang ratu kegelapan ketika mengetahui bahwa anak asuhnya itu akan menikah dengan Pangeran Philip. Di dalam trailer terlihat bahwa film ini dibuka dengan adegan Pangeran Philip yang ketahuan Dieval ketika meminang Aurora. 

Pembantu setia Maleficent itu lalu pergi menemui majikannya untuk segera menyampaikan berita yang didapatnya itu. “Jangan hancurkan pagi hariku,” kata Maleficent pada Dieval setelah ia mendengar kabar itu. 

Maleficent yang saat itu jengkel kemudian bergegas pergi menemui putri asuhnya. Saat itu Aurora memberitahu dirinya bahwa ia diajak menikah oleh Pangeran Philip. Hanya, kegembiaraannya itu kemudian ditentang oleh Aurora. Bagi Maleficent, ‘Cinta tida lah selalu berakhir baik.’ ia ingin sang putri tidak terjerumus dalam cinta yang bisa membuatnya sakit hati. Mungkin ia tidak ingin apa yang dialaminya dulu dialami oleh Aurora mengingat dulu ia jatuh cinta pada orang yang akhirnya mengkhianatinya, tak lain adalah ayah dari Aurora itu sendiri. 

Kemarahan Maleficent akhirnya makin menjadi saat ibu dari Pangeran Philip, Ratu Ingrith, ingin mengambil hak asuh Aurora. Ia ingin menjadikan Aurora sebagai sang putri dengan menjadikannya istri anak laki-lakinya. 

Maleficent lalu membubarkan pertemuan itu dengan caranya sendiri, ia menjadikan dirinya sebagai ancaman bagi seisi istana. Ia juga menjadi ancaman bagi Aurora. Adegan pepeangan antara pasukan Ratu Ingrith dan juga pasukan Maleficent pun nampak menjadi puncak komflik di dalam film tersebut. 

Di sisi yang lainnya, kejutan pun dijanjikan oleh Malefient dengan terlihatnya makhluk bersayap yang tidak lain datang dari bangsa Maleficent ketika akan menolongnya. Dilansir dari CNN Indonesia, sebenarnya pengenalan asal muasal dari karakter yang dipernakan Jolie itu direncanakan ada di film pertama dengan cara menghadirkan paman dan bibi Maleficent yang diperankan oleh Miranda Richardson dan juga Peter Capaldia. Akan tetapi, tanpa adanya alasan yang jelas adegan tersebut sayangnya dihilangkan. 

Akhirnya rencana itu terwujud di dalam Maleficent: Mistress of Evil ini di mana untuk kali pertamanya, kerabat Maleficent muncul di layar. Film ini memang tetap menampilkan Jolie sebagai Maleficent dan Elle Fanning sebagai Putri Aurora. Namun karakter Pangeran Philip digantikan oleh aktor Harris Dickinson yang peran sebelumnya dipegang oleh aktor asal Australia, Brenton Thwaites. 

Cerita orisinil dari Maleficent ini sebenarnya tentang Putri Tidur dari perspekif antagonis. 

Read More

Review Film Bebas: Merindukan Masa Remaja

Bioskop Cinta Film Merindukan Masa Remaja Film Terfavorit Masa Kini

Senang. Kata yang pantas dan cocok untuk menggambarkan perasaan setelah menonton film Bebas karya dari Riri Riza dan Mira Lesmana. Secara garis besar, film yang diadaptasi dari film Korea berjudul Sunny itu mengangkat kisah pertemanan sekelompok anak SMA di era 90an yang sudah terpisah selama 23 tahun. Kemudian mereka kembali lagi bertemu karena suatu sebab. 

Review Film Bebas 

Bisa dikatakan secara garis besar, film yang diadaptasi dari film Korea berjudul Sunny itu mengangat kisah anak SMA yang saat dewasa terpisah dari teman-teman satu genknya. Perasaan campur aduk muncul sejak film yang memiliki alur maju-mundur itu dimulai. Satu sisi, para penonton bisa sangat terenyuh dengan ceritanya. Akan tetapi, tidak lama, penonton juga bisa tertawa terbahak-bahak. 

Narasi dan juga dialog dari tokoh-tokoh dan juga nuansa yang dibangun oleh film ini dapat membuat penontonnya bernonstalgia dengan kenangan saat mereka masih duduk di bangku sekola. Permasalah yang ditonjolkan di era 90an pun masih sangat sesuai dengan problem era sekarang. Masalah-masalah itu misalnya bullying alias perundungan, khususnya pada anak baru. Konflik antar geng atau pun kelompik sampai dengan asmara malu-malu kucing ala SMA juga ditampilkan. 

Detail dan juga hal-hal kecil pun tidak dilupakan oleh Riri dan juga Mira yang membuat penonton seolah seperti lagu Raisa, terjebak nostalgia. Sejumlah hal yang hit lebih dari 2 dekade lalu seperti misalnya penggunaan slang yang pernah populer misalnya ‘Bahasa G’, gelang yang dibuat dari lilitan kain, stiker majalah anak-anak Bobo, kue kepang bahkan sampai dengan telepon bergembok membuat nuansa 90an dalam film makin kental saja. 

Sinematografi yang sangat baik membuat pesan yang ingin disampaikan tetap tersampaikan walaupun tidak ada dialog dari tokoh, salah satunya adalah saat menggambarkan tokoh utama film ini terhanyut dalam rutinitas sehari-hari sehingga bisa lupa dengan kebahagiaan diri sendiri. 

Tidak hanya itu, pengambilan gambar yang sangat ciamik juga membuat transisi kisah dari masa lalu dan juga masa kini terlihat sangat amat halus. 

Setelah anda puas bernostalgia, penonton kemudian diajak kembali lagi ke dunia nyata saat permasalahan bkan lagi soal merundung anak baru, tapi tentang kebahagiaan diri sendiri. Dialog tokoh-tokoh bahkan sempat bisa membuat kita berpikir apakahkita sudah melakukan hal-hal yang bisa membuat bahagia ditengah-tengah kesibukan sehari-hari kita. 

Belum lagi tersadar dengan sangat sulitnya menjaga pertemanan sejak sekolah, sampai dengan dewasa, karena pada akhirnya tiap insan mulai sibuk dan akhirnya menjauh perlahan-lahan.

Intinya adalah film Bebas ini bisa dinikmati oleh semua generasi karena pesan dan juga kondisi yang digambarkan masih sangat sesuai dengan era sekarang. Film ini juga tetap bisa dinikmati oleh orang-orang yang bahkan belum pernah nonton film Sunny. 

Tapi, bagi mereka yang sudah menonton Sunny pastinya bakal menyadari perubahan yang ada di film Bebas ini. Walau sudah dipastikan sebelumnya ada adaptasi, tapi saat akan menonton Bebas, ada beberapa penoton yang sempat khawatir kalau-kalau alur certanya bakal berubah dan tidak seapik Sunny.

Seperti misalnya satu karakter dari Sunny yang dihilangkan. Memang dalam Sunny karakter itu hanya pendukung saja, namun ia mempunyai cerita yang bisa menyayat hati dan bisa bikin banjir air mata. Namun Riri dan Mira sudah mempertimbangkan masak-masak soal penghilangan karakter ini. 

Read More

Sinopsis Watchmen: Saat Jagoan Bertopeng dianggap Sebagai Kriminal

Film Terfavorit Film Watchmen Sinopsis Watchmen

Serial paling baru HBO Watchmen, yang mana diadaptasi dari komik DC karya Dave Gibbons ini dirilis hari ini, 21 Oktober 2019. jika anda sudah penasaran bagaimana kah kisah dari film ini, berikut ini sinopsis dari serial yang mana diarahkan Nicole Kassel. 

Sinopsis Film Watchmen

Kisah ini pasalnya terjadi dengan latar Amerika Serikat saat ini, di mana pahlawan super bertopeng yang dianggap sebagai pelaku kriminal karena metode penyelamatan yang mana mengandung kekerasan. Di tengah konflik itu lah, beberapa dari mereka berkumpul untuk memulai revolusi sedangkan yang lainnya berusaha menghentikannya. 

Dikutip dari CNN Indonesia, Watchmen pun memperkenalkan beberapa alur cerita yang mana mengupas isu-isu seperti misalnya supremasi kulit putih, kepolisian dan juga rasisme dan juga masalah-masalah penting yang menyulitkan seseorang memproses realitas yang alternatif. 

Fokus masa kini pasalnya melibatkan kelompok supremasi kulit putih, Kavalry ke-7, yang mana berkeliling mengenakan topeng Rorschach sebagai sebauh penghormatan di aksi main hakim sendiri, sesuai dengan cerita dalam komiknya. 

Sedangkan menurut keterangan dari sang produser, walaupun diadaptasi dari komik, serial ini sudah disesuaikan dengan tujuan menceritakan kisah yang baru di dunia sat peristiwa-peristiwa dari alur cerita asli yang terjadi. Serial ini juga bakal menampilkan sudut pandang yang berbeda dengan karakter komik yang dikonfirmasi muncul dalam seri ini adalah Doctor Manhattan yaitu Mantan Spectre Sutra dan juga mantan pahlawan Ozymandias. 

Di sis lain, kisahnya Watchmen pun akan berfokus di seorang detektif yang bernama Angela Abar (Regina King) yang mana main hakim sendiri di balik sebutan Sister Night. Kisah ini pasalnya menggunakan latar di Tulsa, Oklahoma dalam realitas alternatif di tahun 2019, 34 tahun setelah komiknya selesai. 

Dalam film ini ditunjukkan baha ada dunia di mana pelindung-pelindung dipermasalahkan dan bahkan polisi pun harus menggunakan topeng untuk menyembunyikan identitasnya karena menjadi target kriminal. Ada banyak referensi kisah Watchmen asli dan juga bahkan penampilan beberapa wajah yang elah dikenal terlihat di trailer terbaru ini. Terlihat juga warna biru yang bersina milih Dr. Manhattan pada akhir trailernya. Dr Manhattan dalam film ini memang digambarkan yang paling kuat dan ia telah kembali dari planet Mars. 

Selain Regina King, serial ini pasalnya menampilkan juga aksi Don Johnson sebagai Chief Judd Crawford, Tim Blake Nelson sebagai Looking Glass, Louis Gosset Jr yang berperan sebagai Pirate Jenny, kemudian Andrew Howard sebagai Red Scare, Jeremy Irons berperan sebagai Adrian Veidt dan juga Jean Smart yang berperan sebagai Laurie Blake. 

Sedangkan Yahya Abdul-Mateen II berperan sebagai Cal Abar, Jacob Ming-Trent berperan sebagai Panda dan Frances Fisher sebagai Jane Crawford. Ada juga Tom Mison yang berperan sebagai Mr Philips, dan Sara Vickers sebagai Ms. Crookshanks, dan ada juga James Wolk sebagai Senator Keane, dan juga Hong Chau sebagai Lady Trieu. 

Kabarnya Robert Redford juga sudah ditetapkan sebagai penampil tamu memainkan karakter dari Presiden Robert Redford, yaitu Presiden Amerika Serikat yang mengemban jabatan terlama yang terpilih di tahun 1992. 

Spin-off dan juga gubahan modern Damon Lindelof di Watchmen ini mungkin tak diwakili di panel San Diego Comic-Con tahun ini. Namun tak menghentikan HBO untuk merilisnya. 

Usai menyaksikan sinopsis dari film Watchmen bersiaplah untuk menyaksikan serial Watchmen yang rilis hari ini, 21 Oktober 2019 jam 09.00 WIB tadi. 

Read More

Real Madrid Diragukan Dapat Juara Liga Spanyol dan Champions Musim Ini

Berita Bola Liga Champions Liga Sepanyol Real Madrid

Musim ini dapat dikatakan sebagai musim yang buruk bagi salah satu raksasa asal Spanyol yang merupakan salah satu tim sepak bola terbaik di dunia yaitu Real Madrid. Hasil buruk terus mereka peroleh baik itu di dalam liga domestik maupun liga Champions Eropa. Kekalahan pertama di La Liga sudah pernah mereka rasakan bahkan itu pun harus mereka alami ketika bermain dengan tim promosi Real Mallorca sehingga banyak sekali pihak yang ragu akan performa di masa depan.

Performa Buruk Real Madrid di La Liga dan Champions

Banyak sekali pihak yang tidak yakin bahwa Real Madrid akan berhasil untuk menapaki tangga juara La Liga maupun Liga Champions di musim ini mengingat performa mereka sedang di ujung tanduk. Pasukan Zinedine Zidane ini memang diketahui mengalami kemunduran sejak sang mega bintang Cristiano Ronaldo memutuskan untuk pindah menuju liga Italia dengan membela Juventus. Jelang kontra menghadapi Galatasaray di Liga Champions pertengahan pekan nanti, mereka terancam untuk terliminasi lebih dulu jika gagal memperoleh kemenangan.

Bila mereka menuai hasil buruk lagi, maka mereka pun akan masuk langsung ke Liga Eropa. Hari Minggu kemarin, mereka berhadapan dengan tuan rumah Mallorca di pekan yang ke-9 namun sayangnya, Los Blancos tidak berhasil menang dan menyerah 1-0 setelah Lago Junior mencetak gol tunggal tepat 7 menit setelah pertandingan dimulai pada babak pertama. Bahkan di dalam laga kemarin, Alvaro Odriozola pun juga harus keluar lapangan di menit 74 karena akumulasi kartu kuning.

Dari puncak klasemen, Madrid pun juga harus tergusur dan menguntit tepat di belakang Barcelona satu poin saja. Di grup A liga Champions, Madri berhadapan dengan tim yang seharusnya bisa mereka kalahkan dengan mudah yaitu Galatasaray pada hari Rabu dini hari. Di dalam laga ini, Madrid wajib menang dan tidak boleh seri atau bahkan kalah. Dua pertandingan sebelumnya di liga Champions ini, mereka menelan hasil buruk. Di laga pertama kontra PSG, mereka harus dibantai 3-0.

Real Madrid Wajib Menang Kontra Galatasaray Jika Ingin Lolos Champions

Pada laga yang kedua, Real Madrid juga harus menelan hasil yang buruk kembali dengan bermain imbang kontra tim yang lemah yaitu Club Brugge di kandang Madrid sendiri yaitu Santiago Bernabue. Bukan hanya itu saja, sebenarnya pada laga ini, Madrid nyaris mengalami kekalahan karena tertinggal lebih dulu dua gol. Alhasil tim yang berhasil menjadi juara liga Champions 3 kali berturut-turut ini harus menghuni papan bawah klasemen sementara dengan hanya satu poin tertinggal.

Artinya, jika ingin menjadi dua tim teratas yang lolos menuju babak berikutnya maka lawatan menuju Turki harus benar-benar menguntungkan dan menadi kemenangan. Namun hal ini juga tidak akan mudah karena Galatasaray tentu membutuhkan kemenangan setelah memperoleh hasil yang sama seperti Madrid yaitu ditahan imbang oleh Club Brugge dengan skor 0-0 dan juga kalah menghadapi PSG 0-1. Tentu saja Madrid harus menciptakan performa yang terbaik bila ingin berhasil menang,

3 poin harus mereka peroleh dengan wajib asalkan mereka tidak bermain seperti kemarin saat ditaklukkan oleh Mallorca. Sesungguhnya ketika bermain menghadapi Mallorca, Zidane menggunakan beberapa pemain yang sudah tidak asing dijadikan starter seperti Luka Jovic dan Karim Benzema. Sementara lini kedua didukung oleh beberapa orang pemain seperti James Rodriguez, Isco, Casemiro dan Vinicus Junior. Penguasaan bola lebih banyak dengan 62 persen.

Akan tetapi, mereka tetap gagal meraih kemenangan. Mereka berharap jika performa ini tidak akan menular ketika berhadapan dengan Galatasaray hari Rabu mendatang dan tetap bisa memperoleh kemenangan yang mereka butuhkan untuk menjaga asa lolos menuju babak selanjutnya dan tidak terdegradasi pada lige Eropa atau UEFA. Tentu jika Real Madrid gagal meraih kemenangan, hal ini akan menjadi sesuatu yang paling memalukan bagi tim terbaik di dunia ini karena mereka memiliki rekor menjadi juara liga Champions selama 13 kali.

Read More